Info CPNS 2017 Jalur Umum, Info CPNS 2017 Jalur Honorer, Info Formasi CPNS 2017, Info Pendaftaran CPNS 2017, Info Syarat Pendaftaran CPNS 2017.

Kamis, 16 Maret 2017

Pemkot Bakal Ajukan Formasi CPNS untuk RSUD Semanggi Setelah Selesai Dibangun Nanti

Sahabat pembaca Info CPNS 2017, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan membangun Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Semanggi, Pasar Kliwon.

Pemkot pun bakal mengajukan tambahan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis dan administrasi di RSUD tersebut jika sudah ada nanti.

Hal itu dikemukakan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo (Ridy), kepada wartawan di gedung DPRD Solo, Kamis (16/3/2017).

Rudy mengatakan, pihaknya akan mengajukan permintaan tersebut ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Kami harap permintaan itu disetujui, sebab menjadi kebutuhan dasar pelayanan kesehatan di RSUD," ujarnya.

Jika permohonan penambahan tersebut belum disetujui, maka Pemkot berencana memperbantukan petugas media dari Puskesmas.

Apalagi, di Kota Solo ada 17 Puskesmas yang tersebar ke seluruh kecamatan.

Sehingga, pengalihan sementara petugas medis ke RSUD tak akan mempengaruhi pelayanan di Puskesmas.

"Kami memiliki jumlah tenaga medis yang cukup banyak, nanti bisa dialihkan sementara untuk membantu di RSUD," kata Rudy.

Terkait proyek RSUD, saat ini Detail Engineering Design (DED) sudah selesai dibuat.

"Kami harap proyek bisa tuntas 2018," ucap Rudy.

Berita ini bersumber dari Tribun Solo.
Share:

Rabu, 15 Maret 2017

Menpan-RB: belum ada penerimaan PNS tahun ini, kecuali untuk PNS yang mempunyai keahlian khusus.

Sahabat pembaca Info CPNS 2017, sudah tahukah anda bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur menyatakan belum ada penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) untuk tahun ini karena adanya kebijakan moratorium.

"Kita tidak akan membuka penerimaan PNS tahun ini, karena masih melanjutkan moratorium," kata Asman Abnur saat kunjungan kerja di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan, walaupun tidak menerima PNS secara umum, namun pihaknya masih menerima PNS melalui jalur formasi khusus, yakni menerima PNS yang mempunyai keahlian khusus.

"Misalnya untuk formasi dokter spesialis, khusus di pariwisata, transportasi darat. Bidang-bidang khusus ini akan saya buka nantinya, tapi maaf untuk bidang umum masih belum dibuka karena masih moratorium," ungkapnya.

Kemenpan-RB juga akan menerima guru, namun tidak secara umum, hanya guru-guru dengan mata pelajaran yang benar-benar dibutuhkan. "Tapi hanya guru-guru bidang tertentu yang benar-benar kosong posisinya," ujarnya.

Kunjungan Menpan-RB ke Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, yakni dalam rangka meresmikan gedung rawat inap baru Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.

RSUD SSMA Pontianak merupakan salah satu inovator terbaik dan masuk Top 35 tahun 2016, serta memperoleh penghargaan lima besar terbaik dengan katagori A sebagai unit pelayanan role model 59 kabupaten/kota.

RSUD SSMA saat ini juga diikutsertakan dalam kompetisi inovasi internasional (UNPSA). Dengan penghargaan yang diberikan dapat memotivasi pemerintah daerah untuk terus berinovasi meningkatkan pelayanan publik dan menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain untuk senantiasa memberikan pelayanan prima.

Dalam kunjungan kerja ke Kalbar tersebut, Menpan-RB didampingi Deputi Pelayanan Publik, Diah Natalisa, Menpan-RB juga mengunjungi Polres Kota Pontianak, IPDN dan berdialog dengan ASN Kabupaten Kubu Raya. 

Berita ini bersumber dari Antaranews.
Share:

Sabtu, 11 Maret 2017

Bandung Kekurangan 2.000 PNS

Sahabat pembaca Info CPNS 2017, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah Kota Bandung kekurangan lebih dari 2.000 pegawai negeri sipil (PNS) di hampir semua susunan organisasi dan tata kerja (SOTK). Belum dipastikan apakah tahun ini bakal ada program perekrutan PNS.

Perekrutan PNS di lingkungan Pemkot Bandung terakhir kali dilakukan pada Januari 2015. Dari kebutuhan pegawai yang diajukan Pemkot sebanyak 2.700 orang, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) hanya memberikan kuota bagi 200-an pegawai.

Asisten III Bidang Administrasi dan Kepegawaian Kota Bandung Evi Saleha mengatakan, kekurangan pegawai terjadi di hampir semua dinas dan badan. Hal ini terutama disebabkan gelombang pensiun para guru PNS, terutama mereka yang mengajar di Sekolah Dasar.

“Para guru SD ini ramai-ramai diangkat mulai pertengahan tahun 1970-an. Banyak sekali jumlahnya yang pensiun dari tahun ke tahun,” tutur Evi, Kamis 9 Maret 2017 siang di Balai Kota Bandung.

Dijelaskan Evi, Pemkot telah mengantongi daftar lengkap kebutuhan pegawai di masing-masing dinas atau bidang. Namun karena adanya pembentukan SOTK baru pada awal tahun 2017, saat ini Pemkot melakukan kalkulasi ulang kebutuhan PNS.

Evi menyatakan, sampai saat ini belum ada kepastian apakah bakal ada kuota PNS baru baru di lingkungan Pemkot Bandung. Menurut dia, informasi dengan ada tidaknya formasi CPNS ini bakal diketahui pada Juni mendatang.

Dalam formasi CPNS yang diputuskan pemerintah pusat, bakal diketahui posisi mana saja yang disetujui berikut persyaratan-persyaratannya. Tidak jarang kuota yang disediakan pemerintah pusat tidak bisa seluruhnya diisi lewat proses rekrutmen.

Dicontohkan Evi yang terjadi pada perekrutan petugas satpol PP beberapa tahun lalu. Pemkot mengajukan posisi bagi para pelamar dengan latar bekalang minimal lulusan SMA, namun Kementerian PAN-RB menyediakan kuota bagi lulusan S1 dan D3. Yang terjadi kemudian, jatah bagi pelamar lulusan S1 tidak terisi sepenuhnya.

“Keputusan penetapan kuota CPNS bagi sebuah pemda mempertimbangkan juga kemampuan keuangan nasional. Jadi bukan semata-mata didasarkan pada ajuan kebutuhan tiap-tiap Pemda. Kita lihat nanti seperti apa,” kata Evi.

Kepala Satpol PP Kota Bandung Dadang Iriana menyatakan, satpol PP merupakan salah satu SKPD yang paling membutuhkan tambahan pegawai. Bahkan Dadang spesifik menyebut satuan yang ia pimpin kekurangan pegawai usia di bawah 40 tahun. Dari total pegawai 285 orang, sekitar 60 orang pegawai saja yang umurnya di bawah 40 tahun.

“Satpol PP itu kan tugasnya di lapangan, berhadapan langsung dengan berbagai persoalan riil di lapangan. Namun, mayoritas pegawai kami ini di atas 40 tahun umurnya,” ucapnya.

Dijelaskan Dadang, idealnya jumlah petugas Satpol PP sedikitnya 550 orang. Saat ini ia memutuskan menambah petugas linmas sebagai mitra. Total ada 610 petugas linmas yang membantu kerja satpol PP. Strategi ini diambil untuk mengatasi permasalahan kekurangan pegawai.

“Kami sangat berharap tahun ada program perekrutan pegawai baru. Satpol PP sangat membutuhkan itu agar tindakan-tindakan penegakan Perda bisa lebih optimal,” ujarnya.

Berita ini bersumber dari Pikiran Rakyat
Share:

Rabu, 08 Maret 2017

Ingin Lulus Seleksi Sekolah Kedinasan? Kenali Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Berbasis Computer Assisted Test (CAT)

Sahabat pembaca Info CPNS 2017, sudah tahukah anda bahwa pemerintah membuka kesempatan bagi para lulusan SMA atau sederajat untuk mengikuti pendidikan dan menjadi siswa/siswi atau taruna/taruni pada 8 (delapan) Lembaga Pendidikan Kedinasan yang dimiliki oleh Kementerian dan Lembaga di Indonesia.

Penerimaan calon siswa-siswi serta taruna/taruni sekolah kedinasan tahun 2017 telah diumumkan melalui Pengumuman No: 132/S.SM.01.00/2017 tanggal 3 Maret 2017 Tentang Penerimaan Calon Siswa-siswi/Taruna-Taruni pada Kementerian Lembaga/Lembaga yang Mempunyai Lembaga Pendidikan Kedinasan Tahun 2017 yang ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmadji. Proses pendaftaran secara daring atau online dan dimulai pada 9 Maret sampai dengan 31 Maret 2017 melalui www.panselnas.id

Sebagaimana tertuang dalam pengumuman tersebut, seleksi dilakukan secara bertahap di masing-masing Kementerian/Lembaga. Salah satu tahapan seleksi bagi para peserta pendaftaran yang memenuhi syarat adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang menggunakan Sistem Computer Assisted Test (CAT).

Ujian Computer Assisted Test (CAT) yang akan dilewati peserta meliputi Tes Kompetensi Dasar (TKD) yang terdiri dari Tes Intelegensi Umum (TIU), Tes Karakteristik Pribadi (TWK), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dimaksudkan untuk menggali pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku peserta ujian yang meliputi wawasan nasional, regional, dan internasional maupun kemampuan verbal, kemampuan kuantitatif, kemampuan penalaran, kemampuan beradaptasi, pengendalian diri, semangat berprestasi, integritas, dan inisiatif.

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai 4 (empat) Pilar Kebangsaan Indonesia yang meliputi Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu mengenai sistem tata negara Indonesia, baik pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, kemampuan peserta dalam berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

Pada Tes Intelegensi Umum, dimaksudkan untuk menilai kemampuan intelegensi peserta pada 4 (empat) area, yaitu kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tertulis, kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka, kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis serta kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.

Sedangkan pada Tes Karakteristik Pribadi dilakukan untuk mengetahui kepribadian peserta pada 11 (sebelas) karakteristik, yang terdiri dari integritas diri, semangat berprestasi, orientasi pada pelayanan, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan bekerja mandiri dan tuntas, kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain, orientasi kepada orang lain serta kreativitas dan inovasi.

Melalui Computer Assisted Test (CAT), peserta akan langsung mengetahui nilai atau grade yang diperolehnya usai peserta menyelesaikan tes tersebut. Untuk dapat melewati tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), peserta harus melewati passing grade atau ambang batas nilai untuk dapat melanjutkan kepada tahap seleksi penerimaan selanjutnya.

Penggunaan Computer Assisted System (CAT) dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dijamin cepat, akuntabel, serta transparan. Karena CAT menjamin hasil yang diperoleh peserta ujian dapat diketahui secara langsung tanpa perlu menunggu lama. Nilai hasil ujian akan langsung keluar setelah selesai mengikuti ujian. Selain itu, hasil ujian dengan CAT dapat dipertanggungjawabkan. Aksi peserta pada setiap soal termonitor dalam sistem yang memudahkan dalam audit jika terjadi hal tak terduga selama ujian berlangsung. Ditambah lagi, proses ujian dengan CAT dapat dipantau oleh semua pihak. Pergerakan nilai dari awal pengerjaan sampai dengan selesai dapat diikuti dan jawaban peserta dapat dilacak.

Bagi adik-adik yang akan mendaftar pada seleksi sekolah kedinasan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah menyediakan fasilitas Simulasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan Computer Assisted System (CAT) secara online. Bagi yang ingin menguji diri atau melakukan trial, dapat mencobanya dengan mengunjungi laman http://sc.menpan.go.id.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.
Share:

Selasa, 07 Maret 2017

PKN STAN akan Terima 6.961 Mahasiswa Baru

Sahabat pembaca Info CPNS 2017, sudah tahukah anda bahwa penambahan jumlah quota calon mahasiswa ikatan dinas pada Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dalam penerimaan taruna/siswa ikatan dinas tahun 2017 ini semakin memperkokoh dominasi kampus tersebut sebagai sekolah ikatan dinas yang lulusannya paling banyak dibutuhkan. Hal itu sejalan dengan pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur dalam berbagai kesempatan, bahwa lulusan STAN tidak hanya ditempatkan di Kementerian Keuangan, tetapi juga perlu ditempatkan di lingkungan pemerintah daerah.

Dalam pengumuman penerimaan calon taruna/taruni/siswa pada 8 sekolah kedinasan secara online dan serentak disebutkan, PKN STAN akan menerima 6.961 calon mahasiswa, dari jumlah keseluruhan 10.389 calon.

Seperri diberitakan sebelumnya, Pemerintah kembali memanggil putra-putri terbaik lulusan SMU sederajat untuk mengikuti seleksi calon siswa-siswi/taruna-taruni pada 8 sekolah kedinasan. Pendaftaran untuk 8 sekolah ikatan dinas dilakukan secara online dan serentak melalui portal www.panselnas.id, mulai tanggal 9 sampai dengan 31 Maret 2017.

Deputi Bidang SDM  Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, ada beberapa sekolah ikatan dinas yang menambah jumlah mahasiswa barunya. "Misalnya, IPDN yang tahun lalu hanya 900 orang, tahun ini menjadi 1.689 orang,” ujarnya.

Penerimaan calon siswa-siswi sekolah kedinasan tahun 2017 ini tertuang dalam Pengumuman No: 125/S.SM.01.00/2017 tanggal 1 Maret 2017 Tentang Penerimaan Calon Siswa-siswi/Taruna-Taruni pada Kementerian Lembaga/Lembaga yang Mempunyai Lembaga Pendidikan Kedinasan Tahun 2017 yang ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmadji.

Kepada warga masyarakat, khususnya yang berniat melakukan pendaftaran, Setiawan mengingatkan agar benar-benar cermat dan menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan. Sebab untuk bisa mendaftar harus menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP elektronik dan NIK Kartu Keluarga. Kalau tidak cocok antara keduanya, otomatis akan ditolak.

Ditambahkan, pelamar juga hanya bisa mendaftar di satu sekolah ikatan dinas. “Kalau ada yang memaksakan, maka yang bersangkutan akan gugur secara otomatis,” tegasnya.

Seperti halnya tahun lalu, setelah melalui pendaftaran secara online di portal www.panselnas.id,  seleksi dilakukan secara bertahap di kementerian/lembaga masing-masing. Ada yang melakukan seleksi sebelum atau sesudah pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan menggunakan Computer Assisted Tes (CAT). “Misalnya ada yang melakukan tes kesamaptaan, dan lain-lain. Itu kita serahkan ke masing-masing kementerian/lembaga,” ujar Setiawan yang didampingi Asdep Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Arizal.

Hal yang sedikit berbeda dengan tahun lalu, kali ini pemerintah memungut biaya sebesar Rp 50.000 per peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti SKD dengan menggunakan sistem CAT. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 63/2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di Badan Kepegawaian Negara.

Selain itu, ada beberapa Sekolah Kedinasan yang memungut biaya pendaftaran selain biaya tes SKD, yakni PKN STAN (Kemenkeu), STTD (Kemenhub), STIS (BPS) dan STMKG (BMKG). “Pengaturan biaya pendaftaran lain dilakukan oleh masing-masing kementerian/lembaga,” imbuh Deputi SDM.

Ditegaskan, hanya peserta yang telah dinyatakan lulus keseluruhan tahapan seleksi yang dapat mengikuti pendidikan. Sedangkan pengangkatan menjadi CPNS baru dilakukan setelah dinyatakan lulus pendidikan dan memperoleh ijazah dari lembaga pendidikan kedinasan bersangkutan dan ditempatkan pada jabatan tertentu berdasarkan usulan dari kementerian/lembaga bersangkutan dan pemda yang melakukan pola pembibitan bagi lulusan STTD. Tetapi semua itu berdasarkan formasi yang ditetapkan oleh Menteri PANRB.

Setiawan mengingatkan, agar masyarakat berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan yang dikaitkan dengan proses penerimaan calon siswa/taruna pada 8 sekolah kedinasan ini. “Tidak ada satu orang atau pihak manapun yang bisa membantu kelulusan dengan kewajiban menyediakan uang dalam jumlah tertentu. Jadi jangan percaya calo,” tegas Setiawan.


Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.
Share:

Minggu, 05 Maret 2017

CAT BKN Kembali Dipercaya Jaring Putra/i Terbaik untuk Ikut Sekolah Kedinasan

Sahabat pembaca Info CPNS 2017, sudah tahukah anda bahwa Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali dipercaya untuk menjadi metode yang digunakan pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan calon siswa-siswi/taruna-taruni Kementerian dan Lembaga yang mempunyai lembaga kedinasan Tahun 2017. Hal itu tertuang pada pengumuman Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Nomor 125/S.SM.01.00/2017 tentang Penerimaan Calon Siswa-siswi/Taruna-taruni Kementerian dan Lembaga yang Mempunyai Lembaga Kedinasan Tahun 2017. Dalam pengumuman tersebut juga disebutkan bahwa SKD merupakan salah satu tahapan seleksi sementara tahapan seleksi selanjutnya diatur oleh masing-masing kementerian/lembaga.

Dengan kembali digunakannya CAT BKN dalam SKD, Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen Aparatur Sipil Negara (PPSR ASN) Heri Susilowati mengatakan jika BKN siap bekerja maksimal membantu Pemerintah untuk menjaring putra-putri terbaik bangsa agar menjadi siswa/siswi di sekolah kedinasan. Selanjutnya siswa/siswi sekolah kedinasan tersebut berpeluang untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Heri menambahkan, ada sedikit skema perubahan pada mekanisme penggunaan CAT BKN sebagai metode seleksi tahun ini. Perubahan yang dimaksud adalah peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi dengan CAT BKN akan dikenakan biaya Rp. 50.000,-.

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 63 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada BKN, setiap peserta seleksi dengan CAT BKN dikenakan biaya Rp. 50.000,- per orang. Namun, teknis pembayaran selanjutnya akan diatur dengan Surat Edaran Kepala BKN,” pungkas Heri.

Berita ini bersumber dari BKN.
Share:

Rabu, 22 Februari 2017

DPRD Kabupaten Kulonprogo Keluhkan Minimnya PNS Guru dan Tenaga Kesehatan

Sahabat pembaca Info CPNS 2017, sudah tahukah anda bahwa Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonprogo, Rabu (22/1/2017) berkunjung ke BKN Pusat Jakarta untuk berkonsultasi mengenai sistem rekrutmen CPNS pasca-moratorium. Dari pihak BKN, para anggota DPRD tersebut ditemui oleh perwakilan pejabat Biro Humas dan Pusat Perencanaan Kepegawaian dan Formasi.

Terkait permasalahan yang diangkat, perwakilan Komisi I DPRD memaparkan perihal kondisi kekurangan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Kondisi tersebut terjadi karena adanya sejumlah pegawai yang pensiun dan tidak adanya seleksi penerimaan CPNS. “Kekurangan pegawai tersebut kebanyakan dari profesi guru dan tenaga kesehatan”.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala Subbidang Analisis Kebutuhan PNS pada Pusat Perencanaan Kepegawaian dan Formasi BKN, Susilowati menjelasakan bahwa moratorium itu sudah berlaku sejak tahun 2011-2012 dan kemudian diperpanjang hingga saat ini. Namun di tahun 2016 ada pengecualian, di mana peluang rekrutmen CPNS dibuka untuk tenaga PTT seperti Bidan, Dokter dan Dokter Gigi, Tenaga Harian Lepas Penyuluh Pertanian dan guru garis depan,” jawab Susi.

Selain itu, tanggapan lain pun disampaikan pula oleh Kepala Subbidang Pengolahan Data Kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pusat Perencanaan Kepegawaian dan Formasi BKN, Ismail Fahmi. Ismail mengatakan BKN meminta kepada setiap instansi agar melakukan penghitungan kebutuhan pegawai sebelum mengajukan kebutuhan formasi.

Berita ini bersumber dari BKN.
Share:

Jumat, 03 Februari 2017

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur mengatakan, pemerintah akan memperbesar porsi CPNS dari sekolah kedinasan dan formasi khusus.

Sahabat pembaca Info CPNS 2017, sudah tahukah anda bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur mengatakan, pemerintah akan memperbesar porsi CPNS dari sekolah kedinasan dan formasi khusus.

Hal itu dikatakannya di sela-sela acara sharing knowledge implementasi e-Government yang menghadirkan Bupati Banyuwangi, di kantor Kementerian PANRB Jakarta, Jumat (3/2). "Kemarin kami terima Direktur STAN, kami katakan bahwa kami akan tambah formasinya. Lulusan sekolah itu tidak hanya ditempatkan di Dirjen Pajak, BPKP, Kementerian Keuangan tapi di seluruh daerah,” ujarnya.

Selain itu, formasi untuk Institute Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) juga akan ditambah. “Tapi tidak dikembalikan ke daerah asalnya," kata Asman.

Sedangkan untuk formasi khusus, akan diutamakan untuk sarjana yang lulus cumlaude, terutama yang IPK - nya di atas 3,5. Formasi khusus juga termasuk atlet berprestasi. "Dengan adanya perbaikan ini mudah-mudahan tidak ditemukan lagi pegawai dengan seragam PNS yang nongkrong di kedai kopi pada jam kerja," ujar Asman.

Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi langkah Kementerian PANRB yang akan membuka formasi khusus bagi lulusan cumlaude.

Menurutnya, proses rekrutmen CPNS merupakan langkah yang sangat penting dalam reformasi birokrasi, sehingga tidak boleh main-main. Baginya, kalau diberi jatah penambahan formasi CPNS, hanya akan meminta lulusan D3. “Mereka akan saya jadikan eksekutor di ujung. Sebab kalau yang lulusan S1, belum apa-apa sudah minta jabatan," kata Abdullah Azwar Anas.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.
Share:

Senin, 30 Januari 2017

BKD Soppeng Belum Terima Jadwal Penerimaan CPNS

Sahabat pembaca Info CPNS 2017, sudah tahukah anda bahwa Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Soppeng, belum menerima surat resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI, terkait penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2017.

Kepala BKD Soppeng A Mahmud, Senin (30/1/2017) mengatakan, hingga saat ini, belum ada penyampaian resmi, dari Menpan terkait adanya penerimaan CPNS.

Namun, ia telah membaca disejumlah media, terkait adanya penerimaan CPNS tahun 2017.

Penerimaan CPNS tahun 2017, jika mengacu pada sejumlah media, hanya penerimaan khusus, bukan penerimaan umum seperti beberapa tahun sebelumnya.

Penerimaan khusus yang dimaksud yaitu, hanya atlet berprestasi, lulusan sekolah kedinasan, sarjana dengan IPK cumlaude dan penyandang disabilitas.

Berita ini bersumber dari Tribun Soppeng.
Share:

Facebook Page

Pesan Sponsor

Pesan Sponsor

loading...

Statitsik Blog

Diberdayakan oleh Blogger.